Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2013/10/naskah-drama.htmlTUAN
Tak ada jalan lain, dokter?
DR.X(menggeleng)
TUAN
Mungkin ada, mungkin ada dokter lain yang bisa menolong?
DR.X
Hasilnya akan sama. Ini bukan semata penyakitnya yang memang sangat parah, tapi juga usianya yang sudah sangat tua. Dan lagi dia tak punya sedikitpun semangat dan kemampuan untuk hidup.
TUAN
Barangkali saya yang salah. Kami agak terlambat menghubungi barangkali
DR.X
Saya kira tuan dan Nyonya sudah cukup berusaha seperti jua saya. Nah tuan, saya kira sudah waktunya saya pergi. Saya harap tuan dapat menghibur hati Nyonya supaya tabah.
TUAN
Terima kasih dokter
DR.X
Selamat sore tuan
TUAN
Selamat sore
Senin, 10 Maret 2014
Naskah Drama Kisah Cinta
Pantun Cinta
Ada golok sudah tumpul,
diasah sama bang Ipul,
you make may days beautiful and my nights wonderful .
diasah sama bang Ipul,
you make may days beautiful and my nights wonderful .
Ada burung cendrawasih,
makan duku sampe modar,
percayalah kasih,
kasih sayangku takkan pernah pudar.
Hari jumat hujan lebat,
awan mendung hitam pekat,
rayuanmu sungguh hebat,
mampu membuatku terpikat.
awan mendung hitam pekat,
rayuanmu sungguh hebat,
mampu membuatku terpikat.
Ada orang Maluku di jitak,
dijitak sama orang Ba...tak,
selama jantungku masih berdetak,
cintaku tak akan luluh lantak.
Sungguh bahaya ular berbisa,
bila tergigit akan koma,
sungguh bahagia kurasa,
bila kita slalu bersama.
bila tergigit akan koma,
sungguh bahagia kurasa,
bila kita slalu bersama.
Jangan pernah ke selokan,
nanti kotor ditertawakan,
jangan pernah ragukan,
janji setia yg ku ikrarkan.
Ke kota ngajar sihir,
meski belum mahir,
cinta ini takan berakhir,
meski hidup telah berakhir.
meski belum mahir,
cinta ini takan berakhir,
meski hidup telah berakhir.
Kamar kos-kosan bentuknya persegi,
disewa tukang roti,
takan bosan kuucapkan slamat pagi,
untukmu sang pemilik hati .
Single bukanlah takdir;
tapi tangga menuju kedewasaan.
bukalah cinta dari semua tabir;
biar hidupmu dalam lingkup kebahagiaan.
tapi tangga menuju kedewasaan.
bukalah cinta dari semua tabir;
biar hidupmu dalam lingkup kebahagiaan.
Manchester City dua;
Arsenal kosong.
terlepas dari tipu-daya cintanya;
kini hatiku terasa plong.
Beli majalah bobo di pasar cikini.
Ya udah kamu bobo,
aku jagain dari sini.
Ya udah kamu bobo,
aku jagain dari sini.
Kemacetan jalan Jakarta;
bukan karena si Komo lewat.
sejak kita menjalin cinta;
ngelakuin apapun aku jadi makin semangat.
Itu bukan salahmu;
tapi salah yang membantu.
takdir cintaku adalah kamu;
yang akan selalu melekat pada diriku.
tapi salah yang membantu.
takdir cintaku adalah kamu;
yang akan selalu melekat pada diriku.
Tepi kolem nanam jamur
biji tomat numbuh pepaya
Tiap malem susah tidur
masih teringat indah matanya .
Buka pintu ada benalu..
ada kismis di atas batu
hey kamu putri malu,
cuma ingin bilang ai miiiiss yuu..
ada kismis di atas batu
hey kamu putri malu,
cuma ingin bilang ai miiiiss yuu..
Daripada ngebikin sambal,
mendingan ngebikin kue getuk.
Daripada aku terus ngegombal,
mendingan kita jadian aja yuk. .
Burung gagak suka dikandangin,
kalo gajah suka dilepasin.
Katanya gak suka dibohongin,
tapi malah suka digombalin.
kalo gajah suka dilepasin.
Katanya gak suka dibohongin,
tapi malah suka digombalin.
Itulah beberapa pantun modern yang sudah mengalami perubahan dari bentuk
awalnya, sehingga akan lebih terdengar asik untuk dinikmati. Semoga Pantun Cinta
di atas bermanfaat untuk kita semua, mungkin bisa juga anda gunakan
untuk memikat hati sang pujaan. , SHARE atau LIKE jika postingan
Kumpulan Pantun Cinta diatas bisa bermanfaat bagi anda.
Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2013/01/Pantun-Cinta-Terbaru.html
DENGAN APA KU MEMBALAS IBU
Bu, aku minta uang untuk beli jajan tadikan sudah bantu ibu masak.
Spontan lalu ibuku pun memarahiku. Semenjak kecil aku memang dibatasi
untuk jajan, kalaupun dikasih pasti ibuku bilang
”untuk ditabung saja! Ngapain jajan terus yang penting sudah makan”.
Dulu ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku merasa ibu hanya perduli dengan kakak saja. Apapun yang aku ingin kan tak pernah ibu turuti dengan mudah. Kadang terbesit dipikiranku ibuku pelit ! aku iri dengan temanku yang selalu bercerita kalau ia habis dibelikan baju oleh ibunya, habis pergi kesalon bersama ibunya. Dulu aku hampir tak ada cerita tentang ibuku. Apapun yang aku inginkan aku beli sendiri. Bu, aku ingin baju itu. Bu, ingin pergi kesalon. Kata-kata itu hampir tak pernah ia hiraukan. Bahkan ia memarahiku ketika aku mulai meminta ini itu.
”untuk ditabung saja! Ngapain jajan terus yang penting sudah makan”.
Dulu ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku merasa ibu hanya perduli dengan kakak saja. Apapun yang aku ingin kan tak pernah ibu turuti dengan mudah. Kadang terbesit dipikiranku ibuku pelit ! aku iri dengan temanku yang selalu bercerita kalau ia habis dibelikan baju oleh ibunya, habis pergi kesalon bersama ibunya. Dulu aku hampir tak ada cerita tentang ibuku. Apapun yang aku inginkan aku beli sendiri. Bu, aku ingin baju itu. Bu, ingin pergi kesalon. Kata-kata itu hampir tak pernah ia hiraukan. Bahkan ia memarahiku ketika aku mulai meminta ini itu.
![]() |
| Dengan Apa Ku Membalas Ibu - Cerpen Ibu |
Setiap
akan pergi ke sekolah ibuku memberiku uang saku 2000 hingga 2500.
Itupun masih harus aku tabungkan dicelenganku setiap pulang sekolah.
Pikirku, aku punya tabungan juga untuk apa, nantinya aku ambil untuk
beli kebutuhanku sendiri. Dan bambu tua itu menjadi tempat penyimpanan
uangku yang paling aman. Ya ibuku membuatkanku celengan dari bambu
bekas.
“Bu, kenapa tidak ibu belikan aku celengan yang bagus seperti temanku?”. Celengannya lucu berbentuk kucing. Untuk apa nantinya juga kamu hancurkan, manfaatkan barang yang masih bisa dimanfaatkan. Ibu kan sudah buatkan kamu celengan dari bambu” Jawab ibuku sembari menyapu diruang tamu. Lagi lagi aku berpikir ibuku pelit !
Waktu itu penerimaan raport kelas 11 ( SMA) dengan senyum raut wajah yang bahagia ibuku keluar dari kelas, ia memberitahu bahwa aku dapat peringkat 1, bahagia nya aku. Begitu sampai diambang pintu rumah, aku bilang kepada ibuku, “Bu sebagai hadiah belikan handphone yah bu, yang ini sudah rusak, ini juga aku beli sendiri. Normi juga sudah dapat rangking 1”. Aku berpikir dalam hati. Aku yakin ibuku akan membelikan ku handphone. Tapi ternyata aku salah, lagi-lagi aku dimarahi.
“Untuk apa kamu dapat rangking pertama kalau kamu minta hadiah? Pintar untuk siapa? Untuk kamu sendiri. Kalau ingin handphone ya nabung mulai dari sekarang”.
“Kenapa sih kan aku cuma minta dibelikan handphone, temanku rangking 4 saja dibelikan handphone. Yang tidak rangking saja dibelikan ini itu”, jawabku dengan nada tinggi.
Entahlah kenapa ibuku selalu bilang demikian, memang menabung itu bagus tapi aku juga ingin dibelikan. Setidaknya uang tabunganku ingin aku simpan hingga entah kapan.
Tapi kini, setelah hidupku jauh dari ibu, aku mulai merenungkan semua hal yang telah ibu ajarkan kepadaku. Sekarang aku sangat mencintai ibuku bahkan aku anggap ibuku sebagai ibu yang luar biasa. Bisa mendidikku dengan sabar hingga akhirnya aku mengerti kenapa ibuku melakukan semua itu.
Seperti yang aku kutip dari syair lagu IBU _ Iwan Fals
lewati rintangan untuk aku anakmu
Ibuku masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
“Dengan apa aku membalas “IBU”
Bersyukur terlahir dari rahim seorang ibu yang tangguh dan hangat sepertinya. Ia adalah Wonder Women di keluargaku. Selama 9 bulan aku bernafas didalam perut ibu, dan pada saat itu juga segala keperihan, kesusahan yang ibu alami, dengan tangguh dan sabar ia jalani. Hingga aku pun terlahir ke dunia fana ini.
Ibu maffkan aku. Betapa perdulinya ibu, tapi dulu aku menganggap bahwa ibuku pelit, mengapa bisa aku berpikir demikian, betapa bodohnya aku. Aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya.
Uang sakuku dulu yang hanya 2500 sekarang mengajarkan aku untuk menghargai seberapapun uang yang aku miliki harus aku gunakan sebaik-baiknya. Dan uang yang dulu aku miliki, itupun milik ibu, yang ibu dapatkan dari bekerja susah payah ia mendapatkan uang, aku hanya bisa meminta dan menghabiskan.
Celengan bambuku mengajarkan, untuk memanfaatkan apapun yang masih bisa digunakan untuk tetap bisa dimanfaatkan, mengutamakan apa yang aku butuhkan bukan yang aku inginkan. Kebiasaanku menabung yang dulu membuatku menjadi beban, tapi kini aku terbiasa menabung. Ini mengajarkan aku untuk tidak boros, tidak menghambur-hamburkan uang dengan membeli sesuatu yang tidak perlu dan dengan tabungan ini aku bisa memperhitungkan apa saja jika ada pengeluaran yang tak terduga.
Waktu aku rangking 1 minta dibelikan handphone dan ibuku marah, sekarang aku bisa berpikir aku pandai untuk siapa? untukku sendiri, ilmu yang aku dapatkan ini untuk bekalku kedepan, orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Anaknya pintar itu suatu hadiah untuk orang tua. Orang tua mana yang tidak bangga jika anaknya pandai? Orang tua mana yang tidak mendoakan anaknya setiap saat setiap waktu.
Handphone itu, mengajarkan aku selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang aku mau dengan usahaku sendiri. Aku harus berusaha, tidak boleh bergantung kepada orang lain. Siapa yang menjalani hidup ini kalau bukan diriku sendiri, apa jadinya jika aku terus bergantung dengan ibu. Ibu, pastinya tak akan selalu bersamaku.
Ibu maffkan aku, terimakasih ibu, kau telah mengajarkan aku banyak hal. Hidupku sekarang lebih baik dari yang dulu, sekarang aku mengerti semua yang dulu ibu ajarkan bermanfaat untukku sekarang dan mengerti apa artinya bersyukur.
Betapa bersyukurnya aku mempunyai ibu yang sangat menyayangiku. Ingin rasanya terus disisinya memeluknya setiap waktu. Kini setelah aku sadar Tak ada seorangpun ibu yang tak menyayangi anaknya. Tak perduli berapa kali aku membuat ia marah, dengan cara apapun ia akan tetap menyayangiku. Guru terbaik ialah ibu, dokter terbaik ialah ibu. Karena naluri seorang ibu tak akan pernah hilang.
Sudahkan kamu meminta maff kepada ibu mu ? sudahkah kamu bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang? Sudahkah kamu berusaha untuk apa yang kamu inginkan? Kini aku terus mengingat pertanyaan-pertanyaan itu, agar aku selalu ingat apa yang telah ibu ajarkan kepadaku.
Dan ini lah ceritaku betapa ibu sangat berarti didalam hidupku.
“Bu, kenapa tidak ibu belikan aku celengan yang bagus seperti temanku?”. Celengannya lucu berbentuk kucing. Untuk apa nantinya juga kamu hancurkan, manfaatkan barang yang masih bisa dimanfaatkan. Ibu kan sudah buatkan kamu celengan dari bambu” Jawab ibuku sembari menyapu diruang tamu. Lagi lagi aku berpikir ibuku pelit !
Waktu itu penerimaan raport kelas 11 ( SMA) dengan senyum raut wajah yang bahagia ibuku keluar dari kelas, ia memberitahu bahwa aku dapat peringkat 1, bahagia nya aku. Begitu sampai diambang pintu rumah, aku bilang kepada ibuku, “Bu sebagai hadiah belikan handphone yah bu, yang ini sudah rusak, ini juga aku beli sendiri. Normi juga sudah dapat rangking 1”. Aku berpikir dalam hati. Aku yakin ibuku akan membelikan ku handphone. Tapi ternyata aku salah, lagi-lagi aku dimarahi.
“Untuk apa kamu dapat rangking pertama kalau kamu minta hadiah? Pintar untuk siapa? Untuk kamu sendiri. Kalau ingin handphone ya nabung mulai dari sekarang”.
“Kenapa sih kan aku cuma minta dibelikan handphone, temanku rangking 4 saja dibelikan handphone. Yang tidak rangking saja dibelikan ini itu”, jawabku dengan nada tinggi.
Entahlah kenapa ibuku selalu bilang demikian, memang menabung itu bagus tapi aku juga ingin dibelikan. Setidaknya uang tabunganku ingin aku simpan hingga entah kapan.
Tapi kini, setelah hidupku jauh dari ibu, aku mulai merenungkan semua hal yang telah ibu ajarkan kepadaku. Sekarang aku sangat mencintai ibuku bahkan aku anggap ibuku sebagai ibu yang luar biasa. Bisa mendidikku dengan sabar hingga akhirnya aku mengerti kenapa ibuku melakukan semua itu.
Seperti yang aku kutip dari syair lagu IBU _ Iwan Fals
lewati rintangan untuk aku anakmu
Ibuku masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
“Dengan apa aku membalas “IBU”
Bersyukur terlahir dari rahim seorang ibu yang tangguh dan hangat sepertinya. Ia adalah Wonder Women di keluargaku. Selama 9 bulan aku bernafas didalam perut ibu, dan pada saat itu juga segala keperihan, kesusahan yang ibu alami, dengan tangguh dan sabar ia jalani. Hingga aku pun terlahir ke dunia fana ini.
Ibu maffkan aku. Betapa perdulinya ibu, tapi dulu aku menganggap bahwa ibuku pelit, mengapa bisa aku berpikir demikian, betapa bodohnya aku. Aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya.
Uang sakuku dulu yang hanya 2500 sekarang mengajarkan aku untuk menghargai seberapapun uang yang aku miliki harus aku gunakan sebaik-baiknya. Dan uang yang dulu aku miliki, itupun milik ibu, yang ibu dapatkan dari bekerja susah payah ia mendapatkan uang, aku hanya bisa meminta dan menghabiskan.
Celengan bambuku mengajarkan, untuk memanfaatkan apapun yang masih bisa digunakan untuk tetap bisa dimanfaatkan, mengutamakan apa yang aku butuhkan bukan yang aku inginkan. Kebiasaanku menabung yang dulu membuatku menjadi beban, tapi kini aku terbiasa menabung. Ini mengajarkan aku untuk tidak boros, tidak menghambur-hamburkan uang dengan membeli sesuatu yang tidak perlu dan dengan tabungan ini aku bisa memperhitungkan apa saja jika ada pengeluaran yang tak terduga.
Waktu aku rangking 1 minta dibelikan handphone dan ibuku marah, sekarang aku bisa berpikir aku pandai untuk siapa? untukku sendiri, ilmu yang aku dapatkan ini untuk bekalku kedepan, orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Anaknya pintar itu suatu hadiah untuk orang tua. Orang tua mana yang tidak bangga jika anaknya pandai? Orang tua mana yang tidak mendoakan anaknya setiap saat setiap waktu.
Handphone itu, mengajarkan aku selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang aku mau dengan usahaku sendiri. Aku harus berusaha, tidak boleh bergantung kepada orang lain. Siapa yang menjalani hidup ini kalau bukan diriku sendiri, apa jadinya jika aku terus bergantung dengan ibu. Ibu, pastinya tak akan selalu bersamaku.
Ibu maffkan aku, terimakasih ibu, kau telah mengajarkan aku banyak hal. Hidupku sekarang lebih baik dari yang dulu, sekarang aku mengerti semua yang dulu ibu ajarkan bermanfaat untukku sekarang dan mengerti apa artinya bersyukur.
Betapa bersyukurnya aku mempunyai ibu yang sangat menyayangiku. Ingin rasanya terus disisinya memeluknya setiap waktu. Kini setelah aku sadar Tak ada seorangpun ibu yang tak menyayangi anaknya. Tak perduli berapa kali aku membuat ia marah, dengan cara apapun ia akan tetap menyayangiku. Guru terbaik ialah ibu, dokter terbaik ialah ibu. Karena naluri seorang ibu tak akan pernah hilang.
Sudahkan kamu meminta maff kepada ibu mu ? sudahkah kamu bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang? Sudahkah kamu berusaha untuk apa yang kamu inginkan? Kini aku terus mengingat pertanyaan-pertanyaan itu, agar aku selalu ingat apa yang telah ibu ajarkan kepadaku.
Dan ini lah ceritaku betapa ibu sangat berarti didalam hidupku.
Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2014/03/dengan-apa-ku-membalas-ibu-cerpen-ibu.html
Pantun Lucu - Kumpulan Pantun Humor Lucu 2014
Jalan-jalan ke kota paris.,
Banyak rumah berbaris-baris.,
Biar mati diujung keris.,
Asal dapat dinda yang manis….
Banyak rumah berbaris-baris.,
Biar mati diujung keris.,
Asal dapat dinda yang manis….
Gagang golok,,gagang cangkul..,
Gagang cangkul juga gagang celurit..,
Ga bisa nyolok katanya tumpul..,
Biarpun tumpul tetep hasilnya buncit.?
Pohon ara dibuat gubuk..,
Pasang pasak biar tegak..,
Resiko asmara dunia facebook.. ,
Cinta ditolak blokir bertindak..
Pasang pasak biar tegak..,
Resiko asmara dunia facebook.. ,
Cinta ditolak blokir bertindak..
Beli kentang dibuat rujak.. ,
Biar mantap ditambah sambal..,
Tidur terlentang tiada nyenyak..,
Tidur tengkurap ada yang mengganjal..
Rintik rintik turun hujan..,
Masuk kamar sama teman..,
Gadis cantik jadi pujaan..,
Mau dilamar kok hamil duluan...
Masuk kamar sama teman..,
Gadis cantik jadi pujaan..,
Mau dilamar kok hamil duluan...
Makan bubur diatas meja...,
Minumnya jus diatas rak...,
Hari libur tetap bekerja..,
Dapat bonus ambilnya di irak...
Ke jakarta naiklah pesawat..,
Pesawat terbang, landingnya susah..,
Kalau cinta sudah melekat..,
Siang terbayang, malam mimpi basah..
Pesawat terbang, landingnya susah..,
Kalau cinta sudah melekat..,
Siang terbayang, malam mimpi basah..
Kalau ada sumur diladang..,
Bolehlah kita menggosok gigi..,
Kalau anda diwarung padang..,
Bolehkah kita ditraktir lagi..
Langit mendung diatas lautan...
Lebat hujannya tiada terbendung...
Gadis berkerudung cantik menawan...
Kedip matanya rontokan bulu hidung...
Lebat hujannya tiada terbendung...
Gadis berkerudung cantik menawan...
Kedip matanya rontokan bulu hidung...
Hari minggu sudahlah siang..
Setelah siang menuju petang...
Ditunggu tunggu gak jua datang...
Sekali datang kok nagih utang...
Petik kecapi suara bening..
Satu satu dawai di harpa..
Cium dipipi cium di kening..
Setelah itu yang dicium apa ? ?
Satu satu dawai di harpa..
Cium dipipi cium di kening..
Setelah itu yang dicium apa ? ?
Masak tongkol didalam loyang...
Semur jengkol bumbunya pala...
Geal geol pantat bergoyang...
Sekali senggol pening kepala..
Kota bintan banyak perunggu..
Kota ciamis membangun tugu..
Janji kencan dimalam minggu..
Tapi gerimis sudah menunggu..
Kota ciamis membangun tugu..
Janji kencan dimalam minggu..
Tapi gerimis sudah menunggu..
Kue rangin rasanya manis..
Kue tar bukanlah lapis..
Malam dingin hujan gerimis..
Sebentar bentar kebelet pipis..
Stasiun tugu stasiun kereta api..
Tempat jualan si tukang lapis..
Hari minggu cuma nonton tipi..
Mau jalan dompet dah menipis..
Tempat jualan si tukang lapis..
Hari minggu cuma nonton tipi..
Mau jalan dompet dah menipis..
Ini musim masih penghujan...
Kata simbok jangan nakal..
yang muslim silahkan Jumatan..
Bawa gembok amankan sendal..
Hujan gerimis deraslah amat..
Ada kilat bertabrakan..
Hari kamis malam jumat..
Yang mau kumat dipersilahkan..
Ada kilat bertabrakan..
Hari kamis malam jumat..
Yang mau kumat dipersilahkan..
Beli berlian dikota belawan..
Hujan gerimis dikota mekah..
Cantik nan itu perawan..
Wajahnya manis senyum merekah..
Masak ayam masak tumis..
Iris tipis sampai habis..
Selasa malam hujan gerimis..
Dompet tipis smakin kritis..
Iris tipis sampai habis..
Selasa malam hujan gerimis..
Dompet tipis smakin kritis..
Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2012/08/Pantunlucu.html
Pidato Perpisahan Sekolah
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yth. Bapak kepala Dinas Pendidikan Kab. Cirebon / yang MewakiliNya,
yang kami hormati Bapak Kepala SMP N 1 Plumbon, yang kami hormati Komite
Sekolah, Bapak-bapak dan Ibu-ibu guru, Staff TU, Para tamu Undangan,
serta siswa-siswi SMP N 1 Plumbon yang saya Sayangi
Pertama tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang
Maha Esa karena pada hari yang cerah ini kita semua dapat berkumpul
dalam keadaan sehat wal afiat “Untuk memeriahkan acara Perpisahan Murid
SMP Negeri 1 Plumbon Angkatan 2011-2012″.
Kedua, saya atas nama perwakilan kelas dan ketua osis ( ketua pelaksana )
mengucapkan terima kasih kepada Bapak kepala sekolah, Bapak/Ibu guru
yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran tanpa mengenal waktu dalam
membimbing dan memberi arahan guna terlaksananya acara ini, dan saya
berterima kasih kepada panitia yang telah mengizinkan saya untuk berdiri
di sini menyampaikan salam perpisahan ini di depan para hadirin
sekalian.
Ketiga, setelah hari ini kakak-kakak kelas 9 akan mengetahui hasil yang
di peroleh dan yang ditunggu-tunggu selama ini, yaitu kelulusan / lulus
tidaknya kakak dalam mengikuti Ujian Yang Diadakan kemaren, dan mungkin
cekarang kakak-kakak kelas 9 bisa dianggap bukan anak SMP lagi ! ya
tidak ? karena mungkin kakak-kakak kelas 9 yang ada disini Lulus Semua (
Amin ) !!! kakak-kakak kelas 9 akan meninggalkan sekolah ini.. dan kita
semua akan berpisah. Berbicara tentang Perpisahan .. Setiap ada
pertemuan pasti ada perpisahan . Kebanyakan dari kita pasti baru bertemu
dan berteman akrab saat bersekolah di sini. Atau mungkin juga ada yang
sudah berteman sejak SD atau bahkan sejak masih balita. Alangkah
senangnya apabila pertemanan yang telah kita jalin selama tiga tahun ini
dapat bertahan selamanya. Seakan tak tergoyahkan oleh apapun tak
tergantikan dan tak lekang termakan oleh waktu.
Namun tak dapat kita ingkari bahwa seiring dengan berjalannya kehidupan
kita, seiring dengan datangnya hal-hal baru seperti SMA, kuliah, ngekos,
kerja, menikah, dan juga seiring dengan datangnya orang-orang baru,
teman baru, cowok baru, cewek baru, perpisahan memang hal yang lumrah
terjadi.
Mungkin di antara kita ada yang merasa bergairah mengalami perpisahan
karena yang ia tunggu selama ini adalah hal-hal baru yang terlihat lebih
menyenangkan dibanding hal-hal di sini yang sangat membosankan. Tapi
mungkin di sisi yang berbeda, ada yang merasa sangat sedih karena telah
mengalami banyak hal menyenangkan di sini dan betapa banyaknya kenangan
yang telah tercipta..
Kenangan.. Teman-teman dan kakak-kakak kelas 9 yang saya cintai, sebelum
kita terlambat menyadari bahwa waktu tak dapat diputar kembali dan
sebelum kita menyesal karena telah menyia-nyiakan masa SMP kita tanpa
mengalami satu pun hal berharga. Maka buatlah kenangan sebanyak
banyaknya! Lakukanlah apa yang ingin kita lakukan. Katakanlah apa yang
ingin kita katakan. Katakanlah kepada guru yang terlalu kaku dalam
mengajar untuk lebih santai. Katakanlah kepada cewe-cewe berisik yang
ngerasa sok cantik dan populer kalau otak tuh lebih penting dibanding
penampilan! Katakanlah kepada cowo cupu di sekolah untuk lebih percaya
diri. Katakanlah kepada orang yang kamu cintai bahwa k memang
mencintainya!! It’s NOW or NEVER, friends! Come On! As time goes by,
memory remains. Seiring berjalannya waktu, hanya kenanganlah yang
tersisa.
Keempat, khusus untuk kakak-kakakku kelas 9 yang tercinta, teriring doa
kami semoga kakak-kakak lulus dan dapat melanjutkan pendidikan kejenjang
yang lebih tinggi dan diberi kesuksesan dalam segala hal ( Amin ).
Harapan kami Semoga kakak tidak melupakan jasa para guru yang telah
mendidik dan membimbing kita, juga tidak melupakan Almameter SMP N 1
Plumbon tercinta ini. Untuk rekan-rekan kelas 8 dan adik-adik kelas 7,
perjuangan kita belum berakhir sampai disini, jadi kita jangan menyerah
dan mudah puas atas apa yang telah kita dapatkan. Kita harus terus
berjuang mengejar cita-cita dan membanggakan orang-orang disekitar kita.
Terakhir.. saya kutip dari film Cinta Pertama yang dimainkan oleh Bunga
Citra Lestari dan Benjamin Joshua bahwa memang pertemuan tidak ada yang
abadi. Tapi saya percaya, seperti pertemuan, perpisahan juga tidak ada
yang abadi! Jangan lupakan setiap hal berharga yang telah kita alami
selama bersekolah tiga tahun di sini. Simpanlah kenangan itu dalam hati
kita semuaaa..
Hadirin sekalian, kami atas nama panitia tidak lupa mohon maaf yang
sebesar-besarnya, apabila dalam penyambutan, penyediaan tempat dan
lain-lain , terdapat hal-hal yang kurang berkenan dihati para Bapak dan
Ibu sekalian semoga, semoga para bapak dan ibu membukakan pintu maaf
yang selebar-lebarnya.
Demikianlah sambutan dari saya. Terima kasih atas segala perhatan dan
sekali lagi mahon maaf atas segala kekurangan. Dan Mohon maaf apabila
ada salah-salah kata.
Akhir kata, wabilahi taufik walhidayah….
Wasalamu’alaikum Wr. Wb
Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2012/01/contoh-pidato-perpisahan-sekolah-smp.html
Misteri Segitiga Bermuda versi islam
Segitiga bermuda yang juga biasa disebut segitiga setan terletak di
wilayah lautan samudera atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4juta km2
yang membentuk garis segita antara wilayah2 teritorial britania raya sbg
titik di sebelah utara, puerto rico teritorial amerika serikat titik di
sebelah selatan dan miami negara bagian florida amerika serikat sbg
titik disebelah barat.
Pasti pernah dgr kan peristiwa2 aneh di sana yang sering terjadi kapal2 hilang baik laut maupun udara secara misterius.Ada yang bilang segitiga bermuda itu adalah tempat mangkalnya alien dan ufo.Ada yg bilang itu adalah pusat magnet terbesar didunia.Ada juga yang bilang itu pusat bumi dan terdapat black hole yang mampu menyedot apapun yg melintas.Lalu apa pendapat islam tentang segita bermuda?

Ada hadist yg diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Apabila salah seorang berada ditempat yg terbuka atau ditengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yg meneduhinya bergerau sehingga sebagian dari dirinya terletak ditempat panas dan sebagibn lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri atau meninggalkan tempat itu” dikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Syaitan.Jadi apa kaitannya dengan bermuda???
Alasannya karena bermuda terletak di perairan atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika.Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari afrika dan sejuk dari Amerika Utara. Dengan hadist ini maka terjawablah misteri segitiga bermuda.Perkara2 aneh yg terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan istana Syaitan yang mungkin tersembunyi disitu.
Ada sebuah buku yang berjudul “Dajjal akan muncul dari kerajaan jin di segitiga bermuda” Karya Sheikh Muhammad Isa Dawuud dari Mesir,bahwa kawasan bermuda adalah kawasan Jin dimana dari situlah akan muncul Dajjal. Jika benar dakwaan buku itu, tidak aneh lagi apa yang di Sabdakan Oleh Nabi SAW itu nyata adanya dan bahkan mendahului zaman sekaligus Nabi SAW membuktikan bahwa islam memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan.
Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah Al-arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Ditengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabiyullah Khidzir A.S bertahta sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut.Syaitkh imam M. M berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggukan jubah suci berwarna kebiruan.
Lalu apa penyebab hilangnya berbagai macam kapal ditempat itu??? Menurut Syaikh Imam M lagi, para iblis dan Syaitan tersebut yang tak bisa mendekati pusat kawasan agung itu,maka mereka pun berjaga disekelilingnya dan bertujuan untuk menghalangi setiap manusia yang mencoba untuk memasuki kawasan agung itu(segitiga bermuda).Karena sesungguhnya barang siapa yg bisa sampai ketempat titik tengah kawasan segitiga bermuda, maka dia akan mengetahui kebenaran alam yg sesungguhnya.
Banyak orang2 jaman dahulu yang telah mencoba kepusat Segitiga bermuda dan kebanyakan dari mereka enggan untuk kembali pulang kedunianya. Menurut sebuah artikel kuno, Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu.Dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian.Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi. PS: ya Allahu’alam… Semua kembali kepada sang pencipta Alam Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT lah yang paling tahu apa sebenarnya segitiga bermuda itu.
Sumber: http://misteridunia.wordpress.com/2012/05/13/misteri-segitiga-bermuda-versi-islam/
Pasti pernah dgr kan peristiwa2 aneh di sana yang sering terjadi kapal2 hilang baik laut maupun udara secara misterius.Ada yang bilang segitiga bermuda itu adalah tempat mangkalnya alien dan ufo.Ada yg bilang itu adalah pusat magnet terbesar didunia.Ada juga yang bilang itu pusat bumi dan terdapat black hole yang mampu menyedot apapun yg melintas.Lalu apa pendapat islam tentang segita bermuda?
Ada hadist yg diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Apabila salah seorang berada ditempat yg terbuka atau ditengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yg meneduhinya bergerau sehingga sebagian dari dirinya terletak ditempat panas dan sebagibn lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri atau meninggalkan tempat itu” dikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Syaitan.Jadi apa kaitannya dengan bermuda???
Alasannya karena bermuda terletak di perairan atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika.Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari afrika dan sejuk dari Amerika Utara. Dengan hadist ini maka terjawablah misteri segitiga bermuda.Perkara2 aneh yg terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan istana Syaitan yang mungkin tersembunyi disitu.
Ada sebuah buku yang berjudul “Dajjal akan muncul dari kerajaan jin di segitiga bermuda” Karya Sheikh Muhammad Isa Dawuud dari Mesir,bahwa kawasan bermuda adalah kawasan Jin dimana dari situlah akan muncul Dajjal. Jika benar dakwaan buku itu, tidak aneh lagi apa yang di Sabdakan Oleh Nabi SAW itu nyata adanya dan bahkan mendahului zaman sekaligus Nabi SAW membuktikan bahwa islam memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan.
Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah Al-arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Ditengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabiyullah Khidzir A.S bertahta sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut.Syaitkh imam M. M berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggukan jubah suci berwarna kebiruan.
Lalu apa penyebab hilangnya berbagai macam kapal ditempat itu??? Menurut Syaikh Imam M lagi, para iblis dan Syaitan tersebut yang tak bisa mendekati pusat kawasan agung itu,maka mereka pun berjaga disekelilingnya dan bertujuan untuk menghalangi setiap manusia yang mencoba untuk memasuki kawasan agung itu(segitiga bermuda).Karena sesungguhnya barang siapa yg bisa sampai ketempat titik tengah kawasan segitiga bermuda, maka dia akan mengetahui kebenaran alam yg sesungguhnya.
Banyak orang2 jaman dahulu yang telah mencoba kepusat Segitiga bermuda dan kebanyakan dari mereka enggan untuk kembali pulang kedunianya. Menurut sebuah artikel kuno, Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu.Dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian.Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi. PS: ya Allahu’alam… Semua kembali kepada sang pencipta Alam Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT lah yang paling tahu apa sebenarnya segitiga bermuda itu.
Sumber: http://misteridunia.wordpress.com/2012/05/13/misteri-segitiga-bermuda-versi-islam/
Orentasi Study Asmara
Aku tergabung kembali dalam kegiatan ini, sudah tiga tahun
berantai aku mengikutinya, ku tahu banyak kegiatan lain yang lebih
menguntungkan bagiku, tapi buatku ini berbeda. Aku bahkan rela bangun
pagi-pagi, pagi-pagi sekali. Menuju kampus yang jaraknya 19 Km dari
kediamanku, tentu sangat dingin udara pagi itu. Ya, sangat dingin, tapi
Aku tetap melawannya. Hebat bukan?
Apa yang salah? Tidak ada yang salah. Hanya hatiku yang salah. Ku tahu harusnya hatiku telah beku beradu dingin subuh, kemudian mencair di tusuk mentari pagi dan menguap di kala senja. Aku rehat hanya pada malam hari, setelah Isya hingga menjelang subuh dan setelah subuh harus rutinitas lagi. Walau ini hanya seminggu dalam setahun, namun sangat melelahkan bagi yang tidak terbiasa.
Awalnya Aku sebagai peserta dan tahun berikutnya Aku menjabat sebagai panitia. Orentasi adalah kegiatan memperkenalkan akademika kampus kepada junior-junior yang baru lulus dari penerimaan mahasiswa baru. Trend masa kini Orentasi identik dengan peenganiayaan dan kekerasan. Tapi di kampusku tidak, sungguh tidak. Misi kami ialah membuat mereka selalu tersenyum dalam masa-masa itu. Hasil materi tidaklah Aku dapati dalam kegiatan ini, namun aku tidak mencari hal itu. Aku Puas, puas melihat canda tawa teman-teman, puas menikmati keceriaan pada setiap detiknya, duka bersama, tawa bersama. Sungguh menyenangkan.
Tahun ini ada yang berbeda, ada motivasi besar dalam diriku kali ini. Ada bunga cinta bertebaran di area Orentasiku. Serbuknya ditabur oleh gadis kelompok 7. Ya, kelompok 7. kami membagi peserta orentasi dalam 7 kelompok; ar-rahman, ar-rahim, al-hakim, al-mukmin, al-adl, al-munawir, dan al-fattah. Kampusku berlatar islam; Sekolah Tinggi Agama Islam Natuna, jadi nama-nama kelompok kami buat bernuansa islami.
Gadis al-fattah itu, memandangnya membuatku makin semangat memandu yel-yel, aura menyenangkan selalu tertampil di senyumnya. Tak pernah bosan Aku memandangnya, Ia pun tak pernah absen selama kegiatan walau sehari pun, tak pernah membangkang pada panitia, patuh, taat dan iklas.
Di sela-sela kegiatan yang silih berganti itu, kusempatkan mencuri pandangannya, melirik bad namanya yang terbuat dari karton pelangi, ukuran 30×5 centi meter itu, dikalungkan di leher dengan tali rapia yang dikepang warna biru, bukan itu saja. Dasi yang terbuat dari daun kelapa muda berbentuk kupu-kupu juga terpajang disana, ditemani dot bayi bening yang siap-siap untuk disedot kala kami ingin mengerjainya. Ya, itulah aturan yang kami buat. Itu adalah untuk kesederhanaan dan kesetaraan. Ditambah lagi Tas yang terbuat dari karung beras bekas bertali rapia kepang. Kostum putih hitam; baju putih rok hitam. Jilbab putih dihiasi kupu-kupu dari pita merah putih. “RAHMA” itulah namanya seperti yang kulihat. Kurasa tak mungkin salah karena Aku berkali-kali melihatnya. Tentu Aku tidak salah.
Aku belum mengenalnya, hanya namanya saja. Sosok gadis yang tegar dalam hari-harinya, terlukis pada dirinya. Seberapa pun kami mengerjai junior-junior itu, mereka tak pernah dendam. Begitu juga dia; Rahma. Sering kami mencari-cari kesalahan mereka hanya sekedar untuk dibentak-bentak, menguras mental dan menempa emosi mereka.
Kala azan berkumandang, kami bimbing junior menuju Masjid Agung Natuna, masjid itu menghiasi pemandangan di area Gerbang Utara-Ku, belakangnya berjulang gunung yang ditemani sang awan putih yang berarak-arakan. Tepatnya, 100 meter di depan kampusku. Tidak ada yang boleh menggunakan sepeda motor, hanya boleh jalan kaki; itu termasuk aturan yang harus ditaati. Selepas Sholat, aku tertunduk pasrah cukup lama di hadapan Tuhan, memohon banyak hal kepadaNya, terutama meminta Rahma. Tuhan, hanya kepada Engkau hamba meminta, dan Engkaulah yang biasa mengabulkan segala bentuk doa, mohon izinkan hamba mengenal sosok Rahma lebih dekat, menyelami kehidupannya lebih dalam dan mengetahui asal usulnya. Tuhan, jadikan Rahma tulang rusukku yang hilang, kemudian gegaslah kembalikan padaku secepatnya.
—
~RAHMA~
Seminggu ini, diriku ditempa, dilatih kedisiplinan, kesabaran dan mengelola emosi. Banyak sekali aturan yang harus kami ikuti; hadir pukul 05.00 pagi dan pulang pukul 17.00 sore, tidak boleh telat dan tidak boleh sedikit pun salah dalam atribut. Tapi aku senang, bahagia dan gembira. Bercanda bersama teman-teman, mengkritik kakak-kakak senior di belakang; ada yang jahil, ada yang pendiam, ada yang wibawa ada pula yang aku kagumi. Itu yang membuat api semangat membara dalam diriku. Aku lupa namanya, dia pernah menyebutnya secara umum di hadapan kami tapi tidak boleh diulang sehingga sulit bagiku mengingatnya, itu juga aturan untuk kami. Diwajibkan kenal dengan 40 orang panitia, namun untuk itu sangat sulit. Hal ini memberi kesempatan pada mereka untuk mengerjai kami. Dia tegar dan selalu tersenyum. kala marah, dia amat manis; itu menurutku. Tidak pernah dia tidak tampak di masa orentasi itu; dialah pemandu yel-yel kami. Membuat kami bersemangat, bergembira dan terhibur. Bahkan dia pun lebih bersemangat saat memandu kami bernyanyi.
Ku tahu kegiatan ini merupakan proses awal memasuki dunia kampus. Ini wajib. Mengikutinya dengan iklas, itulah tujuanku. Aku tak pernah tidak hadir, tidak pernah telat, tidak pernah lupa atribut, tidak pernah membangkang dengan aturan-aturan. Ku tahu, ini untuk pembelajaran. Atribut yang disyaratkan pada kami; pakaian hitam putih, jilbab dihiasi 10 kupu-kupu pita dan bagi pria; kopiah hiitam di lingkari pita merah putih, di leher terkalungkan papan nama dari karton; tertuliskan nama panggilan, dikalungkan pula dot bayi dan dasi dari daun kelapa; bagi kaum wanita berbentuk kupu-kupu dan pria berbentuk menjulur ke bawah. Ransel terbuat dari karung bekas, bertali rapia kepang. Ditambah kaos kaki bola yang berbeda warna; bagi pria harus memasukkan ujung celananya ke dalam kaos kaki itu, sungguh aneh bukan?. Tapi ini demi kesetaraan. Belum cukup hal itu, dalam ransel harus dilengkapi alat sholat, buku pena, piring dan sendok, serta dua buah kaleng susu yang berisi keleng; sangat berisik ketika kami melangkah, berlari dan bergerak. “kreng-kreng, kreng-kreng, kreng-kreng”.
Aku selalu tegar dan tersenyum, ada kekuatan besar dalam dadaku. Pria itu?. Ya, Pria itu; kakak senior yang idealis itu. Bagaimana tidak?, dia menyuruh juniornya untuk merapikan rambut dan kalau tidak?, akan di aut-kan dari orentasi, tapi dia sendiri rambutnya panjang. Panjang sekali malah. Hanya Dia sendiri kakak panitia yang begitu. Ku tahu, itulah khas dirinya, kutahu dia sedang menguji mental kami, “Hal buruk tidak perlu di ikuti” pasti begitu batinnya. Namun disitulah aku menyukainya, terlukis pria yang berpegang teguh pada prinsip, menggambarkan keelokan dirinya yang tidak mau dijajah oleh orang lain, pelajaran yang disampaikannya berbeda. Dia pula telah menyebarkan api asmara di halaman orentasi, dan aku sudah tersambar api itu. Aku tidak dapat mendefinisikan perasaan ini, namun kekuatan itu begitu kuat. Ku ingin selalu dekat dengannya; melihat senyumnya, melihat tawanya, dibimbing bernyanyi olehnya.
Tepat di beranda kampus, berdidri gagah Masjid Agung natuna, menyapa gunung dan melirik awan. Butuh waktu 10 menit berjalan kaki untuk sampai kesana dari kampus. Saat azan tiba, kami berbondong menuju masjid, tidak ada yang boleh bersepeda motor, jalan kaki beramai-ramai. Sungguh mengesankan jika terus berlanjut sampai dimasa kuliah nanti. Agenda saat ini ialah isoma; istirahat-sholat-makan. Selepas solat aku meminta kepada Tuhan, banyak hal dalam doa yang aku utarakan. Tidak dapat aku sanggahi, aku juga meminta pria itu padaNya. Memangnya aku harus memohon kemana lagi selain daripadaNya. Engkaulah yang maha mengabulkan segala permintaan. Ya Rabb… jika memang pria itu orang yang berarti dalam kehidupanku, mudahkanlah jalan kami. Ya Rabb… perkenalkanlah aku padanya, dan pertemukanlah kami dengan caraMu.
—
~HARI PENUTUPAN ORENTASI~
Tidak seperti biasanya, Penutupan dilaksanakan pada hari kamis; sejak dari senin agenda dibuka, tahun lalu selalu hari sabtu ataupun minggu acara penutupan digelar. Namun tidak masalah. Kami panitia sudah mengikuti kalender akademik dan orentasi harus siap pada hari kamis. Itulah keputusan Kampus. Penutupan digelar ke sebuah pantai, pantai Sujung namanya. “Indah, merona, dan menawan”. Begitu ungkapan para pengunjung wisata di daerah ini. Berjarak 25 Km dari kampus dengan menempuh 46 menit perjalanan menggunakan truk; mobil yang biasanya mengangkut barang. Tanpa penutup. Jika hujan, kuyub semua. Tapi hari itu tidak. Gembira-ria, arak-arakan di atas mobil, bernyanyi, bercanda dan sangat menyenangkan.
Agenda inti di daerah itu adalah upacara penutupan, selepasnya hanya ramah-tamah sesama teman seperjalanan; panitia, peserta dan dosen. Kostum hari itu tidak lagi seperti hari sebelumnya; hitam putih. Tapi kini kostum olah raga, corak orange untuk peserta dan hijau untuk panitia. Atribut tetap di gunakan hingga upacara dibubarkan.
Aku melihat Rahma bersama teman yang lainnya di lesehan yang di buat oleh pengelola pantai khusus untuk para pengunjung. Paling tidak, ada 11 lesehan disana yang dibangun. Satu yang besar kami gunakan untuk alat musik lengkap beserta laskarnya yang siap mengalunkan not-not lagu ke area pantai; tempat hiburan hari ini. Satu yang lainnya digunakan untuk segala macam perbekalan yang kami bawa. Aku menuju ke arah mereka, “paling tidak, hanya bergurau dan bercanda”, batinku. Aku memang sedikit spontan terhadap lawan jenis, perasaanku selalu dibahasatubuhkan dengan jelas. Ku tahu, Rahma sering curi-curi pandang denganku. Karena Aku juga demikian. Ku yakin, dia menyukaiku, itu terlukis dari bola matanya yang sendu dan penuh harapan menatapku, Aku pun demikian adanya. Aku juga tahu, pasti Rahma sudah membicarakan Aku bersama teman-temannya. Mereka semua senyum menggoda melihatku. Rahma juga malu-malu ketika Aku mengakrabkan diri.
“Sudah kenal, kakak?” tanyaku.
“Kak Aris, kan?” jawab seorang temannya. Mereka terkekeh melihat tingkahku yang sok akrab. Maklum aku panitia. Jadi perasaan PD-ku besar. (PD = percaya diri)
“Sedang apa rame-rame gini?”
“Istrahat kak, capek.” Salah satu mereka menyodorkan kue, perbekalan mereka kepadaku. Aku tanpa basa-basi meraih perlahan dan duduk sanjung bersama mereka disana. Rahma diam damai. Malu akan ketahuan perasaannya. Malu ada seorang yang dikaguminya, hingga untuk berkata pun menjadi kelu. Teman-teman Rahma sangat pengertian dan mereka beranjak dari lokasi itu. Tinggallah Aku dan Rahma berdua.
“Rahma, kan?” sapa Ku, menyakinkannya karena bad namanya tidak lagi dipakai setelah upacara tadi. Dia tepat di sampingku. Begitu dekat, sekitar 100 centi. Di Samping kananku.
“Iya, Kak.” Jawabnya pelan.
“Bagaimana Kegiatannya, asyik?” aku memulai obrolan lugas agar tidak kelihatan gugup di depannya. Padahal aku sangat gugup dan nervest karena dialah wanita yang Aku suka, wanita yang menabur bunga asmara di hatiku, wanita yang muncul dalam doa ku, wanita yang menjadi harapanku untuk menjadi tulang rusukku yang hilang. Rahma masih terpaku.
“Asal sekolah dimana?” Tanya ku.
“SMAN 1, Kak.”
“Lulusan tahun berapa?”
“Tahun 2013,”
“Kakak juga SMA 1, tapi tahun 2011.”
“Ohh ya, berarti Rahma kelas satu kakak kelas tiga.” Rahma sudah mulai renyah mengobrol. Aku senyum melihatnya bersemangat.
“Kok tak pernah Nampak?” Tanya Rahma.
“Rahma tak melihat, mana akan tampak,” aku menjawab spontan, ditimpali ketawa rahma yang lepas. Obrolan mulai asyik dan lugas, saling menggali informasi lebih dalam tentang diri masing-masing. Tentang tempat tinggal, cita-cita, hingga berbagi nomor ponsel.
Percakapan itu menjadi batu loncatan awal kisah asmara Aku dan Rahma. Lampu sudah berkedip hijau. Tinggal menunggu pembiasaan dan pengaktifan. Mungkin terlalu cepat untuk Aku nyatakan cinta, mungkin juga akan membuat semuanya kacau. Namun jika aku menunggu lebih lama, khawatir ada yang lain mendahuluiku. Tapi tidak. Aku tak butuh cinta yang terburu-buru. Biarlah dia mencari jati diriku dan Aku mencari tentang dirinya. Aku tidak percaya cinta pada pandangan pertama. Menurutku cinta hadir setelah berkomunikasi dan berinteraksi. Bila tiada komunikasi dan intraksi tiada jua lah cinta. Cinta yang hanya dari pandangan itu nafsu setan, menurut ideologiku.
Aku teringat akan ungkapan dalam sebuah buku, bahwa doa yang diperuntukkan orang yang tidak tahu bahwa dia didoakan, doa itu akan terkabul. Ya, seperti Aku dan Rahma. Doa ku untuknya dan dia Berdoa untukku. Baik aku ataupun Rahma sama-sama tidak tahu bahwa kami saling mendoakan. Mungkin karena doa yang dipanjatkan itu sama, maka keduanya saling tarik menarik di atas langit dan terkabul dengat cepat. Masalah dengan kisah berikut antara Aku dan Rahma, biarlah mahkamah asmara yang menyelesaikannya di bawah naungan Sang Maha Kuasa.
Cerpen Karangan: Siswari
Facebook: Siswari Senju
siswari, mahasiswa prodi ekonomi syariah di kampus SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) NATUNA, tahun 2010.
tinggal di ranai.
Sumber: http://cerpenmu.com/cerpen-cinta/orentasi-study-asmara.html
Apa yang salah? Tidak ada yang salah. Hanya hatiku yang salah. Ku tahu harusnya hatiku telah beku beradu dingin subuh, kemudian mencair di tusuk mentari pagi dan menguap di kala senja. Aku rehat hanya pada malam hari, setelah Isya hingga menjelang subuh dan setelah subuh harus rutinitas lagi. Walau ini hanya seminggu dalam setahun, namun sangat melelahkan bagi yang tidak terbiasa.
Awalnya Aku sebagai peserta dan tahun berikutnya Aku menjabat sebagai panitia. Orentasi adalah kegiatan memperkenalkan akademika kampus kepada junior-junior yang baru lulus dari penerimaan mahasiswa baru. Trend masa kini Orentasi identik dengan peenganiayaan dan kekerasan. Tapi di kampusku tidak, sungguh tidak. Misi kami ialah membuat mereka selalu tersenyum dalam masa-masa itu. Hasil materi tidaklah Aku dapati dalam kegiatan ini, namun aku tidak mencari hal itu. Aku Puas, puas melihat canda tawa teman-teman, puas menikmati keceriaan pada setiap detiknya, duka bersama, tawa bersama. Sungguh menyenangkan.
Tahun ini ada yang berbeda, ada motivasi besar dalam diriku kali ini. Ada bunga cinta bertebaran di area Orentasiku. Serbuknya ditabur oleh gadis kelompok 7. Ya, kelompok 7. kami membagi peserta orentasi dalam 7 kelompok; ar-rahman, ar-rahim, al-hakim, al-mukmin, al-adl, al-munawir, dan al-fattah. Kampusku berlatar islam; Sekolah Tinggi Agama Islam Natuna, jadi nama-nama kelompok kami buat bernuansa islami.
Gadis al-fattah itu, memandangnya membuatku makin semangat memandu yel-yel, aura menyenangkan selalu tertampil di senyumnya. Tak pernah bosan Aku memandangnya, Ia pun tak pernah absen selama kegiatan walau sehari pun, tak pernah membangkang pada panitia, patuh, taat dan iklas.
Di sela-sela kegiatan yang silih berganti itu, kusempatkan mencuri pandangannya, melirik bad namanya yang terbuat dari karton pelangi, ukuran 30×5 centi meter itu, dikalungkan di leher dengan tali rapia yang dikepang warna biru, bukan itu saja. Dasi yang terbuat dari daun kelapa muda berbentuk kupu-kupu juga terpajang disana, ditemani dot bayi bening yang siap-siap untuk disedot kala kami ingin mengerjainya. Ya, itulah aturan yang kami buat. Itu adalah untuk kesederhanaan dan kesetaraan. Ditambah lagi Tas yang terbuat dari karung beras bekas bertali rapia kepang. Kostum putih hitam; baju putih rok hitam. Jilbab putih dihiasi kupu-kupu dari pita merah putih. “RAHMA” itulah namanya seperti yang kulihat. Kurasa tak mungkin salah karena Aku berkali-kali melihatnya. Tentu Aku tidak salah.
Aku belum mengenalnya, hanya namanya saja. Sosok gadis yang tegar dalam hari-harinya, terlukis pada dirinya. Seberapa pun kami mengerjai junior-junior itu, mereka tak pernah dendam. Begitu juga dia; Rahma. Sering kami mencari-cari kesalahan mereka hanya sekedar untuk dibentak-bentak, menguras mental dan menempa emosi mereka.
Kala azan berkumandang, kami bimbing junior menuju Masjid Agung Natuna, masjid itu menghiasi pemandangan di area Gerbang Utara-Ku, belakangnya berjulang gunung yang ditemani sang awan putih yang berarak-arakan. Tepatnya, 100 meter di depan kampusku. Tidak ada yang boleh menggunakan sepeda motor, hanya boleh jalan kaki; itu termasuk aturan yang harus ditaati. Selepas Sholat, aku tertunduk pasrah cukup lama di hadapan Tuhan, memohon banyak hal kepadaNya, terutama meminta Rahma. Tuhan, hanya kepada Engkau hamba meminta, dan Engkaulah yang biasa mengabulkan segala bentuk doa, mohon izinkan hamba mengenal sosok Rahma lebih dekat, menyelami kehidupannya lebih dalam dan mengetahui asal usulnya. Tuhan, jadikan Rahma tulang rusukku yang hilang, kemudian gegaslah kembalikan padaku secepatnya.
—
~RAHMA~
Seminggu ini, diriku ditempa, dilatih kedisiplinan, kesabaran dan mengelola emosi. Banyak sekali aturan yang harus kami ikuti; hadir pukul 05.00 pagi dan pulang pukul 17.00 sore, tidak boleh telat dan tidak boleh sedikit pun salah dalam atribut. Tapi aku senang, bahagia dan gembira. Bercanda bersama teman-teman, mengkritik kakak-kakak senior di belakang; ada yang jahil, ada yang pendiam, ada yang wibawa ada pula yang aku kagumi. Itu yang membuat api semangat membara dalam diriku. Aku lupa namanya, dia pernah menyebutnya secara umum di hadapan kami tapi tidak boleh diulang sehingga sulit bagiku mengingatnya, itu juga aturan untuk kami. Diwajibkan kenal dengan 40 orang panitia, namun untuk itu sangat sulit. Hal ini memberi kesempatan pada mereka untuk mengerjai kami. Dia tegar dan selalu tersenyum. kala marah, dia amat manis; itu menurutku. Tidak pernah dia tidak tampak di masa orentasi itu; dialah pemandu yel-yel kami. Membuat kami bersemangat, bergembira dan terhibur. Bahkan dia pun lebih bersemangat saat memandu kami bernyanyi.
Ku tahu kegiatan ini merupakan proses awal memasuki dunia kampus. Ini wajib. Mengikutinya dengan iklas, itulah tujuanku. Aku tak pernah tidak hadir, tidak pernah telat, tidak pernah lupa atribut, tidak pernah membangkang dengan aturan-aturan. Ku tahu, ini untuk pembelajaran. Atribut yang disyaratkan pada kami; pakaian hitam putih, jilbab dihiasi 10 kupu-kupu pita dan bagi pria; kopiah hiitam di lingkari pita merah putih, di leher terkalungkan papan nama dari karton; tertuliskan nama panggilan, dikalungkan pula dot bayi dan dasi dari daun kelapa; bagi kaum wanita berbentuk kupu-kupu dan pria berbentuk menjulur ke bawah. Ransel terbuat dari karung bekas, bertali rapia kepang. Ditambah kaos kaki bola yang berbeda warna; bagi pria harus memasukkan ujung celananya ke dalam kaos kaki itu, sungguh aneh bukan?. Tapi ini demi kesetaraan. Belum cukup hal itu, dalam ransel harus dilengkapi alat sholat, buku pena, piring dan sendok, serta dua buah kaleng susu yang berisi keleng; sangat berisik ketika kami melangkah, berlari dan bergerak. “kreng-kreng, kreng-kreng, kreng-kreng”.
Aku selalu tegar dan tersenyum, ada kekuatan besar dalam dadaku. Pria itu?. Ya, Pria itu; kakak senior yang idealis itu. Bagaimana tidak?, dia menyuruh juniornya untuk merapikan rambut dan kalau tidak?, akan di aut-kan dari orentasi, tapi dia sendiri rambutnya panjang. Panjang sekali malah. Hanya Dia sendiri kakak panitia yang begitu. Ku tahu, itulah khas dirinya, kutahu dia sedang menguji mental kami, “Hal buruk tidak perlu di ikuti” pasti begitu batinnya. Namun disitulah aku menyukainya, terlukis pria yang berpegang teguh pada prinsip, menggambarkan keelokan dirinya yang tidak mau dijajah oleh orang lain, pelajaran yang disampaikannya berbeda. Dia pula telah menyebarkan api asmara di halaman orentasi, dan aku sudah tersambar api itu. Aku tidak dapat mendefinisikan perasaan ini, namun kekuatan itu begitu kuat. Ku ingin selalu dekat dengannya; melihat senyumnya, melihat tawanya, dibimbing bernyanyi olehnya.
Tepat di beranda kampus, berdidri gagah Masjid Agung natuna, menyapa gunung dan melirik awan. Butuh waktu 10 menit berjalan kaki untuk sampai kesana dari kampus. Saat azan tiba, kami berbondong menuju masjid, tidak ada yang boleh bersepeda motor, jalan kaki beramai-ramai. Sungguh mengesankan jika terus berlanjut sampai dimasa kuliah nanti. Agenda saat ini ialah isoma; istirahat-sholat-makan. Selepas solat aku meminta kepada Tuhan, banyak hal dalam doa yang aku utarakan. Tidak dapat aku sanggahi, aku juga meminta pria itu padaNya. Memangnya aku harus memohon kemana lagi selain daripadaNya. Engkaulah yang maha mengabulkan segala permintaan. Ya Rabb… jika memang pria itu orang yang berarti dalam kehidupanku, mudahkanlah jalan kami. Ya Rabb… perkenalkanlah aku padanya, dan pertemukanlah kami dengan caraMu.
—
~HARI PENUTUPAN ORENTASI~
Tidak seperti biasanya, Penutupan dilaksanakan pada hari kamis; sejak dari senin agenda dibuka, tahun lalu selalu hari sabtu ataupun minggu acara penutupan digelar. Namun tidak masalah. Kami panitia sudah mengikuti kalender akademik dan orentasi harus siap pada hari kamis. Itulah keputusan Kampus. Penutupan digelar ke sebuah pantai, pantai Sujung namanya. “Indah, merona, dan menawan”. Begitu ungkapan para pengunjung wisata di daerah ini. Berjarak 25 Km dari kampus dengan menempuh 46 menit perjalanan menggunakan truk; mobil yang biasanya mengangkut barang. Tanpa penutup. Jika hujan, kuyub semua. Tapi hari itu tidak. Gembira-ria, arak-arakan di atas mobil, bernyanyi, bercanda dan sangat menyenangkan.
Agenda inti di daerah itu adalah upacara penutupan, selepasnya hanya ramah-tamah sesama teman seperjalanan; panitia, peserta dan dosen. Kostum hari itu tidak lagi seperti hari sebelumnya; hitam putih. Tapi kini kostum olah raga, corak orange untuk peserta dan hijau untuk panitia. Atribut tetap di gunakan hingga upacara dibubarkan.
Aku melihat Rahma bersama teman yang lainnya di lesehan yang di buat oleh pengelola pantai khusus untuk para pengunjung. Paling tidak, ada 11 lesehan disana yang dibangun. Satu yang besar kami gunakan untuk alat musik lengkap beserta laskarnya yang siap mengalunkan not-not lagu ke area pantai; tempat hiburan hari ini. Satu yang lainnya digunakan untuk segala macam perbekalan yang kami bawa. Aku menuju ke arah mereka, “paling tidak, hanya bergurau dan bercanda”, batinku. Aku memang sedikit spontan terhadap lawan jenis, perasaanku selalu dibahasatubuhkan dengan jelas. Ku tahu, Rahma sering curi-curi pandang denganku. Karena Aku juga demikian. Ku yakin, dia menyukaiku, itu terlukis dari bola matanya yang sendu dan penuh harapan menatapku, Aku pun demikian adanya. Aku juga tahu, pasti Rahma sudah membicarakan Aku bersama teman-temannya. Mereka semua senyum menggoda melihatku. Rahma juga malu-malu ketika Aku mengakrabkan diri.
“Sudah kenal, kakak?” tanyaku.
“Kak Aris, kan?” jawab seorang temannya. Mereka terkekeh melihat tingkahku yang sok akrab. Maklum aku panitia. Jadi perasaan PD-ku besar. (PD = percaya diri)
“Sedang apa rame-rame gini?”
“Istrahat kak, capek.” Salah satu mereka menyodorkan kue, perbekalan mereka kepadaku. Aku tanpa basa-basi meraih perlahan dan duduk sanjung bersama mereka disana. Rahma diam damai. Malu akan ketahuan perasaannya. Malu ada seorang yang dikaguminya, hingga untuk berkata pun menjadi kelu. Teman-teman Rahma sangat pengertian dan mereka beranjak dari lokasi itu. Tinggallah Aku dan Rahma berdua.
“Rahma, kan?” sapa Ku, menyakinkannya karena bad namanya tidak lagi dipakai setelah upacara tadi. Dia tepat di sampingku. Begitu dekat, sekitar 100 centi. Di Samping kananku.
“Iya, Kak.” Jawabnya pelan.
“Bagaimana Kegiatannya, asyik?” aku memulai obrolan lugas agar tidak kelihatan gugup di depannya. Padahal aku sangat gugup dan nervest karena dialah wanita yang Aku suka, wanita yang menabur bunga asmara di hatiku, wanita yang muncul dalam doa ku, wanita yang menjadi harapanku untuk menjadi tulang rusukku yang hilang. Rahma masih terpaku.
“Asal sekolah dimana?” Tanya ku.
“SMAN 1, Kak.”
“Lulusan tahun berapa?”
“Tahun 2013,”
“Kakak juga SMA 1, tapi tahun 2011.”
“Ohh ya, berarti Rahma kelas satu kakak kelas tiga.” Rahma sudah mulai renyah mengobrol. Aku senyum melihatnya bersemangat.
“Kok tak pernah Nampak?” Tanya Rahma.
“Rahma tak melihat, mana akan tampak,” aku menjawab spontan, ditimpali ketawa rahma yang lepas. Obrolan mulai asyik dan lugas, saling menggali informasi lebih dalam tentang diri masing-masing. Tentang tempat tinggal, cita-cita, hingga berbagi nomor ponsel.
Percakapan itu menjadi batu loncatan awal kisah asmara Aku dan Rahma. Lampu sudah berkedip hijau. Tinggal menunggu pembiasaan dan pengaktifan. Mungkin terlalu cepat untuk Aku nyatakan cinta, mungkin juga akan membuat semuanya kacau. Namun jika aku menunggu lebih lama, khawatir ada yang lain mendahuluiku. Tapi tidak. Aku tak butuh cinta yang terburu-buru. Biarlah dia mencari jati diriku dan Aku mencari tentang dirinya. Aku tidak percaya cinta pada pandangan pertama. Menurutku cinta hadir setelah berkomunikasi dan berinteraksi. Bila tiada komunikasi dan intraksi tiada jua lah cinta. Cinta yang hanya dari pandangan itu nafsu setan, menurut ideologiku.
Aku teringat akan ungkapan dalam sebuah buku, bahwa doa yang diperuntukkan orang yang tidak tahu bahwa dia didoakan, doa itu akan terkabul. Ya, seperti Aku dan Rahma. Doa ku untuknya dan dia Berdoa untukku. Baik aku ataupun Rahma sama-sama tidak tahu bahwa kami saling mendoakan. Mungkin karena doa yang dipanjatkan itu sama, maka keduanya saling tarik menarik di atas langit dan terkabul dengat cepat. Masalah dengan kisah berikut antara Aku dan Rahma, biarlah mahkamah asmara yang menyelesaikannya di bawah naungan Sang Maha Kuasa.
Cerpen Karangan: Siswari
Facebook: Siswari Senju
siswari, mahasiswa prodi ekonomi syariah di kampus SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) NATUNA, tahun 2010.
tinggal di ranai.
Sumber: http://cerpenmu.com/cerpen-cinta/orentasi-study-asmara.html
Langganan:
Postingan (Atom)

