Senin, 10 Maret 2014

Misteri Segitiga Bermuda versi islam

Segitiga bermuda yang juga biasa disebut segitiga setan terletak di wilayah lautan samudera atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4juta km2 yang membentuk garis segita antara wilayah2 teritorial britania raya sbg titik di sebelah utara, puerto rico teritorial amerika serikat titik di sebelah selatan dan miami negara bagian florida amerika serikat sbg titik disebelah barat.

Pasti pernah dgr kan peristiwa2 aneh di sana yang sering terjadi kapal2 hilang baik laut maupun udara secara misterius.Ada yang bilang segitiga bermuda itu adalah tempat mangkalnya alien dan ufo.Ada yg bilang itu adalah pusat magnet terbesar didunia.Ada juga yang bilang itu pusat bumi dan terdapat black hole yang mampu menyedot apapun yg melintas.Lalu apa pendapat islam tentang segita bermuda?

Ada hadist yg diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Apabila salah seorang berada ditempat yg terbuka atau ditengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yg meneduhinya bergerau sehingga sebagian dari dirinya terletak ditempat panas dan sebagibn lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri atau meninggalkan tempat itu” dikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Syaitan.Jadi apa kaitannya dengan bermuda???
Alasannya karena bermuda terletak di perairan atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika.Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari afrika dan sejuk dari Amerika Utara. Dengan hadist ini maka terjawablah misteri segitiga bermuda.Perkara2 aneh yg terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan istana Syaitan yang mungkin tersembunyi disitu.
Ada sebuah buku yang berjudul “Dajjal akan muncul dari kerajaan jin di segitiga bermuda” Karya Sheikh Muhammad Isa Dawuud dari Mesir,bahwa kawasan bermuda adalah kawasan Jin dimana dari situlah akan muncul Dajjal. Jika benar dakwaan buku itu, tidak aneh lagi apa yang di Sabdakan Oleh Nabi SAW itu nyata adanya dan bahkan mendahului zaman sekaligus Nabi SAW membuktikan bahwa islam memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan.
Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah Al-arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Ditengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabiyullah Khidzir A.S bertahta sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut.Syaitkh imam M. M berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggukan jubah suci berwarna kebiruan.
Lalu apa penyebab hilangnya berbagai macam kapal ditempat itu??? Menurut Syaikh Imam M lagi, para iblis dan Syaitan tersebut yang tak bisa mendekati pusat kawasan agung itu,maka mereka pun berjaga disekelilingnya dan bertujuan untuk menghalangi setiap manusia yang mencoba untuk memasuki kawasan agung itu(segitiga bermuda).Karena sesungguhnya barang siapa yg bisa sampai ketempat titik tengah kawasan segitiga bermuda, maka dia akan mengetahui kebenaran alam yg sesungguhnya.
Banyak orang2 jaman dahulu yang telah mencoba kepusat Segitiga bermuda dan kebanyakan dari mereka enggan untuk kembali pulang kedunianya. Menurut sebuah artikel kuno, Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu.Dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian.Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi. PS: ya Allahu’alam… Semua kembali kepada sang pencipta Alam Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT lah yang paling tahu apa sebenarnya segitiga bermuda itu.
Sumber: http://misteridunia.wordpress.com/2012/05/13/misteri-segitiga-bermuda-versi-islam/

Orentasi Study Asmara

Aku tergabung kembali dalam kegiatan ini, sudah tiga tahun berantai aku mengikutinya, ku tahu banyak kegiatan lain yang lebih menguntungkan bagiku, tapi buatku ini berbeda. Aku bahkan rela bangun pagi-pagi, pagi-pagi sekali. Menuju kampus yang jaraknya 19 Km dari kediamanku, tentu sangat dingin udara pagi itu. Ya, sangat dingin, tapi Aku tetap melawannya. Hebat bukan?
Apa yang salah? Tidak ada yang salah. Hanya hatiku yang salah. Ku tahu harusnya hatiku telah beku beradu dingin subuh, kemudian mencair di tusuk mentari pagi dan menguap di kala senja. Aku rehat hanya pada malam hari, setelah Isya hingga menjelang subuh dan setelah subuh harus rutinitas lagi. Walau ini hanya seminggu dalam setahun, namun sangat melelahkan bagi yang tidak terbiasa.
Awalnya Aku sebagai peserta dan tahun berikutnya Aku menjabat sebagai panitia. Orentasi adalah kegiatan memperkenalkan akademika kampus kepada junior-junior yang baru lulus dari penerimaan mahasiswa baru. Trend masa kini Orentasi identik dengan peenganiayaan dan kekerasan. Tapi di kampusku tidak, sungguh tidak. Misi kami ialah membuat mereka selalu tersenyum dalam masa-masa itu. Hasil materi tidaklah Aku dapati dalam kegiatan ini, namun aku tidak mencari hal itu. Aku Puas, puas melihat canda tawa teman-teman, puas menikmati keceriaan pada setiap detiknya, duka bersama, tawa bersama. Sungguh menyenangkan.
Tahun ini ada yang berbeda, ada motivasi besar dalam diriku kali ini. Ada bunga cinta bertebaran di area Orentasiku. Serbuknya ditabur oleh gadis kelompok 7. Ya, kelompok 7. kami membagi peserta orentasi dalam 7 kelompok; ar-rahman, ar-rahim, al-hakim, al-mukmin, al-adl, al-munawir, dan al-fattah. Kampusku berlatar islam; Sekolah Tinggi Agama Islam Natuna, jadi nama-nama kelompok kami buat bernuansa islami.
Gadis al-fattah itu, memandangnya membuatku makin semangat memandu yel-yel, aura menyenangkan selalu tertampil di senyumnya. Tak pernah bosan Aku memandangnya, Ia pun tak pernah absen selama kegiatan walau sehari pun, tak pernah membangkang pada panitia, patuh, taat dan iklas.
Di sela-sela kegiatan yang silih berganti itu, kusempatkan mencuri pandangannya, melirik bad namanya yang terbuat dari karton pelangi, ukuran 30×5 centi meter itu, dikalungkan di leher dengan tali rapia yang dikepang warna biru, bukan itu saja. Dasi yang terbuat dari daun kelapa muda berbentuk kupu-kupu juga terpajang disana, ditemani dot bayi bening yang siap-siap untuk disedot kala kami ingin mengerjainya. Ya, itulah aturan yang kami buat. Itu adalah untuk kesederhanaan dan kesetaraan. Ditambah lagi Tas yang terbuat dari karung beras bekas bertali rapia kepang. Kostum putih hitam; baju putih rok hitam. Jilbab putih dihiasi kupu-kupu dari pita merah putih. “RAHMA” itulah namanya seperti yang kulihat. Kurasa tak mungkin salah karena Aku berkali-kali melihatnya. Tentu Aku tidak salah.
Aku belum mengenalnya, hanya namanya saja. Sosok gadis yang tegar dalam hari-harinya, terlukis pada dirinya. Seberapa pun kami mengerjai junior-junior itu, mereka tak pernah dendam. Begitu juga dia; Rahma. Sering kami mencari-cari kesalahan mereka hanya sekedar untuk dibentak-bentak, menguras mental dan menempa emosi mereka.
Kala azan berkumandang, kami bimbing junior menuju Masjid Agung Natuna, masjid itu menghiasi pemandangan di area Gerbang Utara-Ku, belakangnya berjulang gunung yang ditemani sang awan putih yang berarak-arakan. Tepatnya, 100 meter di depan kampusku. Tidak ada yang boleh menggunakan sepeda motor, hanya boleh jalan kaki; itu termasuk aturan yang harus ditaati. Selepas Sholat, aku tertunduk pasrah cukup lama di hadapan Tuhan, memohon banyak hal kepadaNya, terutama meminta Rahma. Tuhan, hanya kepada Engkau hamba meminta, dan Engkaulah yang biasa mengabulkan segala bentuk doa, mohon izinkan hamba mengenal sosok Rahma lebih dekat, menyelami kehidupannya lebih dalam dan mengetahui asal usulnya. Tuhan, jadikan Rahma tulang rusukku yang hilang, kemudian gegaslah kembalikan padaku secepatnya.

~RAHMA~
Seminggu ini, diriku ditempa, dilatih kedisiplinan, kesabaran dan mengelola emosi. Banyak sekali aturan yang harus kami ikuti; hadir pukul 05.00 pagi dan pulang pukul 17.00 sore, tidak boleh telat dan tidak boleh sedikit pun salah dalam atribut. Tapi aku senang, bahagia dan gembira. Bercanda bersama teman-teman, mengkritik kakak-kakak senior di belakang; ada yang jahil, ada yang pendiam, ada yang wibawa ada pula yang aku kagumi. Itu yang membuat api semangat membara dalam diriku. Aku lupa namanya, dia pernah menyebutnya secara umum di hadapan kami tapi tidak boleh diulang sehingga sulit bagiku mengingatnya, itu juga aturan untuk kami. Diwajibkan kenal dengan 40 orang panitia, namun untuk itu sangat sulit. Hal ini memberi kesempatan pada mereka untuk mengerjai kami. Dia tegar dan selalu tersenyum. kala marah, dia amat manis; itu menurutku. Tidak pernah dia tidak tampak di masa orentasi itu; dialah pemandu yel-yel kami. Membuat kami bersemangat, bergembira dan terhibur. Bahkan dia pun lebih bersemangat saat memandu kami bernyanyi.
Ku tahu kegiatan ini merupakan proses awal memasuki dunia kampus. Ini wajib. Mengikutinya dengan iklas, itulah tujuanku. Aku tak pernah tidak hadir, tidak pernah telat, tidak pernah lupa atribut, tidak pernah membangkang dengan aturan-aturan. Ku tahu, ini untuk pembelajaran. Atribut yang disyaratkan pada kami; pakaian hitam putih, jilbab dihiasi 10 kupu-kupu pita dan bagi pria; kopiah hiitam di lingkari pita merah putih, di leher terkalungkan papan nama dari karton; tertuliskan nama panggilan, dikalungkan pula dot bayi dan dasi dari daun kelapa; bagi kaum wanita berbentuk kupu-kupu dan pria berbentuk menjulur ke bawah. Ransel terbuat dari karung bekas, bertali rapia kepang. Ditambah kaos kaki bola yang berbeda warna; bagi pria harus memasukkan ujung celananya ke dalam kaos kaki itu, sungguh aneh bukan?. Tapi ini demi kesetaraan. Belum cukup hal itu, dalam ransel harus dilengkapi alat sholat, buku pena, piring dan sendok, serta dua buah kaleng susu yang berisi keleng; sangat berisik ketika kami melangkah, berlari dan bergerak. “kreng-kreng, kreng-kreng, kreng-kreng”.
Aku selalu tegar dan tersenyum, ada kekuatan besar dalam dadaku. Pria itu?. Ya, Pria itu; kakak senior yang idealis itu. Bagaimana tidak?, dia menyuruh juniornya untuk merapikan rambut dan kalau tidak?, akan di aut-kan dari orentasi, tapi dia sendiri rambutnya panjang. Panjang sekali malah. Hanya Dia sendiri kakak panitia yang begitu. Ku tahu, itulah khas dirinya, kutahu dia sedang menguji mental kami, “Hal buruk tidak perlu di ikuti” pasti begitu batinnya. Namun disitulah aku menyukainya, terlukis pria yang berpegang teguh pada prinsip, menggambarkan keelokan dirinya yang tidak mau dijajah oleh orang lain, pelajaran yang disampaikannya berbeda. Dia pula telah menyebarkan api asmara di halaman orentasi, dan aku sudah tersambar api itu. Aku tidak dapat mendefinisikan perasaan ini, namun kekuatan itu begitu kuat. Ku ingin selalu dekat dengannya; melihat senyumnya, melihat tawanya, dibimbing bernyanyi olehnya.
Tepat di beranda kampus, berdidri gagah Masjid Agung natuna, menyapa gunung dan melirik awan. Butuh waktu 10 menit berjalan kaki untuk sampai kesana dari kampus. Saat azan tiba, kami berbondong menuju masjid, tidak ada yang boleh bersepeda motor, jalan kaki beramai-ramai. Sungguh mengesankan jika terus berlanjut sampai dimasa kuliah nanti. Agenda saat ini ialah isoma; istirahat-sholat-makan. Selepas solat aku meminta kepada Tuhan, banyak hal dalam doa yang aku utarakan. Tidak dapat aku sanggahi, aku juga meminta pria itu padaNya. Memangnya aku harus memohon kemana lagi selain daripadaNya. Engkaulah yang maha mengabulkan segala permintaan. Ya Rabb… jika memang pria itu orang yang berarti dalam kehidupanku, mudahkanlah jalan kami. Ya Rabb… perkenalkanlah aku padanya, dan pertemukanlah kami dengan caraMu.

~HARI PENUTUPAN ORENTASI~
Tidak seperti biasanya, Penutupan dilaksanakan pada hari kamis; sejak dari senin agenda dibuka, tahun lalu selalu hari sabtu ataupun minggu acara penutupan digelar. Namun tidak masalah. Kami panitia sudah mengikuti kalender akademik dan orentasi harus siap pada hari kamis. Itulah keputusan Kampus. Penutupan digelar ke sebuah pantai, pantai Sujung namanya. “Indah, merona, dan menawan”. Begitu ungkapan para pengunjung wisata di daerah ini. Berjarak 25 Km dari kampus dengan menempuh 46 menit perjalanan menggunakan truk; mobil yang biasanya mengangkut barang. Tanpa penutup. Jika hujan, kuyub semua. Tapi hari itu tidak. Gembira-ria, arak-arakan di atas mobil, bernyanyi, bercanda dan sangat menyenangkan.
Agenda inti di daerah itu adalah upacara penutupan, selepasnya hanya ramah-tamah sesama teman seperjalanan; panitia, peserta dan dosen. Kostum hari itu tidak lagi seperti hari sebelumnya; hitam putih. Tapi kini kostum olah raga, corak orange untuk peserta dan hijau untuk panitia. Atribut tetap di gunakan hingga upacara dibubarkan.
Aku melihat Rahma bersama teman yang lainnya di lesehan yang di buat oleh pengelola pantai khusus untuk para pengunjung. Paling tidak, ada 11 lesehan disana yang dibangun. Satu yang besar kami gunakan untuk alat musik lengkap beserta laskarnya yang siap mengalunkan not-not lagu ke area pantai; tempat hiburan hari ini. Satu yang lainnya digunakan untuk segala macam perbekalan yang kami bawa. Aku menuju ke arah mereka, “paling tidak, hanya bergurau dan bercanda”, batinku. Aku memang sedikit spontan terhadap lawan jenis, perasaanku selalu dibahasatubuhkan dengan jelas. Ku tahu, Rahma sering curi-curi pandang denganku. Karena Aku juga demikian. Ku yakin, dia menyukaiku, itu terlukis dari bola matanya yang sendu dan penuh harapan menatapku, Aku pun demikian adanya. Aku juga tahu, pasti Rahma sudah membicarakan Aku bersama teman-temannya. Mereka semua senyum menggoda melihatku. Rahma juga malu-malu ketika Aku mengakrabkan diri.
“Sudah kenal, kakak?” tanyaku.
“Kak Aris, kan?” jawab seorang temannya. Mereka terkekeh melihat tingkahku yang sok akrab. Maklum aku panitia. Jadi perasaan PD-ku besar. (PD = percaya diri)
“Sedang apa rame-rame gini?”
“Istrahat kak, capek.” Salah satu mereka menyodorkan kue, perbekalan mereka kepadaku. Aku tanpa basa-basi meraih perlahan dan duduk sanjung bersama mereka disana. Rahma diam damai. Malu akan ketahuan perasaannya. Malu ada seorang yang dikaguminya, hingga untuk berkata pun menjadi kelu. Teman-teman Rahma sangat pengertian dan mereka beranjak dari lokasi itu. Tinggallah Aku dan Rahma berdua.
“Rahma, kan?” sapa Ku, menyakinkannya karena bad namanya tidak lagi dipakai setelah upacara tadi. Dia tepat di sampingku. Begitu dekat, sekitar 100 centi. Di Samping kananku.
“Iya, Kak.” Jawabnya pelan.
“Bagaimana Kegiatannya, asyik?” aku memulai obrolan lugas agar tidak kelihatan gugup di depannya. Padahal aku sangat gugup dan nervest karena dialah wanita yang Aku suka, wanita yang menabur bunga asmara di hatiku, wanita yang muncul dalam doa ku, wanita yang menjadi harapanku untuk menjadi tulang rusukku yang hilang. Rahma masih terpaku.
“Asal sekolah dimana?” Tanya ku.
“SMAN 1, Kak.”
“Lulusan tahun berapa?”
“Tahun 2013,”
“Kakak juga SMA 1, tapi tahun 2011.”
“Ohh ya, berarti Rahma kelas satu kakak kelas tiga.” Rahma sudah mulai renyah mengobrol. Aku senyum melihatnya bersemangat.
“Kok tak pernah Nampak?” Tanya Rahma.
“Rahma tak melihat, mana akan tampak,” aku menjawab spontan, ditimpali ketawa rahma yang lepas. Obrolan mulai asyik dan lugas, saling menggali informasi lebih dalam tentang diri masing-masing. Tentang tempat tinggal, cita-cita, hingga berbagi nomor ponsel.
Percakapan itu menjadi batu loncatan awal kisah asmara Aku dan Rahma. Lampu sudah berkedip hijau. Tinggal menunggu pembiasaan dan pengaktifan. Mungkin terlalu cepat untuk Aku nyatakan cinta, mungkin juga akan membuat semuanya kacau. Namun jika aku menunggu lebih lama, khawatir ada yang lain mendahuluiku. Tapi tidak. Aku tak butuh cinta yang terburu-buru. Biarlah dia mencari jati diriku dan Aku mencari tentang dirinya. Aku tidak percaya cinta pada pandangan pertama. Menurutku cinta hadir setelah berkomunikasi dan berinteraksi. Bila tiada komunikasi dan intraksi tiada jua lah cinta. Cinta yang hanya dari pandangan itu nafsu setan, menurut ideologiku.
Aku teringat akan ungkapan dalam sebuah buku, bahwa doa yang diperuntukkan orang yang tidak tahu bahwa dia didoakan, doa itu akan terkabul. Ya, seperti Aku dan Rahma. Doa ku untuknya dan dia Berdoa untukku. Baik aku ataupun Rahma sama-sama tidak tahu bahwa kami saling mendoakan. Mungkin karena doa yang dipanjatkan itu sama, maka keduanya saling tarik menarik di atas langit dan terkabul dengat cepat. Masalah dengan kisah berikut antara Aku dan Rahma, biarlah mahkamah asmara yang menyelesaikannya di bawah naungan Sang Maha Kuasa.
Cerpen Karangan: Siswari
Facebook: Siswari Senju
siswari, mahasiswa prodi ekonomi syariah di kampus SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) NATUNA, tahun 2010.
tinggal di ranai.
Sumber: http://cerpenmu.com/cerpen-cinta/orentasi-study-asmara.html

Kejaiban Bawah Laut Alexandria (Mesir)

Reruntuhan ini dipercaya merupakan kota Alexander Agung, di mana istana Cleopatra berada.
Tenggelamnya kota itu diperkirakan terjadi 1.500 tahun lalu akibat gempa bumi dahsyat.
Bersamaan dengan terbenamnya istana itu, tenggelam juga artefak-artefak yang menghiasi istana, serta bangunan-bangunan lain dari istana Cleopatra itu.
Reruntuhan kota yang ditemukan di dasar laut ini, memang sengaja tidak diangkat ke daratan.
Pemerintah setempat berencana akan  menjadikan lokasi reruntuhan ajaib di bawah laut itu sebagai wisata air.
Sumber:http://indocropcircles.wordpress.com/2012/01/16/12-peninggalan-sejarah-paling-misterius-di-dunia/

Monumental Instructions for the Post-Apocalypse / Monumen Petunjuk untuk Hari Kiamat (Amerika Serikat)

Di sebuah bukit kecil di timur laut tandus daerah Hartwell, Georgia AS, berdiri monumen paling aneh dan misterius di dunia.
Namun melihat dari arsitektur bangunan, monumen itu tidak diciptakan pada zaman kuno.
Dikenal sebagai ‘Georgia Guidestones’, lima struktur batu ini tingginya16 feet, dengan berat 20 ton.
Memiliki empat pilar batu granit persegi panjang keatas, yang masing-masing pilar dipahat mengenai instruksi dan petunjuk dari kedelapan “bahasa kebudayaan terbesar” diantaranya bahasa hieroglif dari:
Arabic, Cina, Russia, Inggris, Spanyol, Hindi, Hebrew dan Swahili – dengan instruksi agar manusia yang selamat dari bencana besar dapat membangun kembali peradaban baru di Bumi ini dan sama sekali tidak meninggalkan serta melupakan sejarah para leluhur.
Keempat pilar dibentuk seperti tanda tambah (+ plus) dan mempunyai jarak sekitar 5 meter karenanya pusat tengahnya ada sebuah pilar lagi yang tertulis commandment di dindingnya, lalu diatasnya ditindih oleh batu granit berbentuk buku persegi empat.
Di keempat sisi pada baru granit yang terbaring itu diatasnya, ada petunjuk dengan “bahasa kebudayaan tua” yang sudah lenyap di dunia yaitu:
Bahasa Sanksekerta (Sanskrit), Yunani Kuno (Classical Greek) dan Babylonian Cuneiform serta Mesir Kuno (berupa simbol-simbol) atau Egyptian Hieroglyphic.
Apakah instruksi dalam delapan bahasa itu berkaitan dengan ramalan kiamat? Ini yang masih belum jelas.
Bangunan ini didirikan oleh golongan Mansonic, Freemason, Illuminati, kaum pagan dan para pendukung golongan satanic lainnya.
Terlihat mereka telah membuat situs ini namun pada sisi tertinggi di bidang datar teratas adalah lambang golongan mereka.
Jadi seakan-akan semua dan seluruh budaya di dunia ini berasal, tunduk dan berawal dari satu sumber yaitu golongan mereka yang ingin mendirikan New World Order (NWO).
Terbukti mereka berniat mengajarkan faham ini, dan akan berlanjut di kebudayaan manusia berikutnya.
Tidak jelas juga perintah ini ditujukan untuk siapa. Lebih tidak jelas lagi, siapa yang membangun monumen aneh ini? Hanya ada satu orang yang tahu namun dia tak mau bicara. (peta lokasi)
Sumber:http://indocropcircles.wordpress.com/2012/01/16/12-peninggalan-sejarah-paling-misterius-di-dunia/

JIKA ENGKAU IZINKAN YA ALLAH

Jika Engkau ijinkan ya Allah..
Aku meminta rasa ini tetap ada disini, dihati ini
Biarkan aku menyimpannya untukku,
untuk diriku, untuk kenanganku
Bahwa kita pernah bertemu, bahwa aku pernah mengenalmu..
Jika Engkau ijinkan ya Allah..
Aku meminta keadaan tetap seperti ini,
Biarkan aku merasakannya,
Hanya merasakannya, tidak untuk mengungkapkannya..
Jika Engkau ijinkan ya Allah..
Aku ingin tau bagaimana dia terhadapku?
Bagaimana rasa dia untukku?
Dan tanya di hati ini dapat tersenyum dengan jawaban yang pasti.
Jika Engkau ijinkan ya Allah..
Aku meminta petunjukMu, aku meminta lindunganMu, Untuk dia..
Karena hanya dengan ini, semuanya akan tetap menjadi indah.
Tanpa dia mengetahui, tanpa dia tersakiti..
Karena rasa ini untuk dia...

Sumber:http://www.lokerpuisi.web.id/2014/03/jika-engkau-izinkan-ya-allah-oleh.html

PERPISAHAN

Hari demi hari berlalu
Dan bulan demi bulan pun berlalu
Sebentar lagi kau akan pergi ,
Pergi meninggalkan aku

Terpaksa kau pergi
Karena suatu keadaan,
Keadaan yang harus 
Memisahkan kita berdua

Walau kau jauh disana
Aku mohon kenanglah
Kenangan-kenangan 
Saat kita selalu bersama dulu

Kini canda tawamu
Telah tiada ,yang ada hanya
Goresan luka di hatiku
Karena kau sudah tak di sampingku
Sumber:http://www.lokerpuisi.web.id/2014/03/perpisahan-oleh-rizky-gana-sentika.html

CINTA SEMU DI DALAM KOTAK KECIL

Hai cinta, malam ini aku kembali
Dengan segelintir harapan
Di tempat dulu tempat mengikat tali 
Tali merah, yang memang harus ada
Ada!, kuyakin ada!

Hai Cinta,tali ini hampir hilang warna nya
Seperti kau!
Seperti hilangnya jejak mu.
Hanya sedikit kenangan yang ku ingat
Hanya Kau,janji,dan peta cintamu yang tak kupahami.

Hai cinta, taukah kau,
malam ini aku benar-benar kembali.
Berharap dapat mbunuh sidikit waktu yang ada
Tapi taukah Cinta,
Semakin aku membunuh Waktu ini, semakin aku terbunuh oleh cinta ini.

Hai cinta,ingin segera pergi rasanya
Menyelamatkan diri dari rasa lelah,
Tapi,janjiku tetaplah janji
cinta, malm ini aku benar-benar dapat mengingat semua,
Aku benar-benar mengingat nya.

Hai cinta, aku kini mengetahui, 
Kotak yang selama ini kau rahasiakan dari ku,
Kau bilang kotak ini peneman indu ku,
dan saat itu aku mendapatkan nya,
dan kini, hari itu terjadi.
aku benar-benar merindukan mu.

Hai cinta, kini kotak itu telah terbuka,
dan menjelaskan padaku,
apa yang terjadi!
Taukah kau,kotak ini membuka lagi,
Segelintir kesedihan, yang kau simpan dengan begitu indah.

Kau tulis sepenggal cinta yang kau pendam,
kau pendam bersama,kotak ini,
kini aku mengetahui itu cinta,
Cintamu terkubur bersama,sejumput harapan dan Kotak ini.

Cintamu hilang,ragamu hilang,jejakmu hilang, lenyap.
Bersama kotak ini, kau buang seluruh rasa sakit
Bersama kota ini kau pendam seluruh tangis,
Dengan puisi ini, ku kubur Seluruh airmata,
Hai cinta.

Cinta mu Semu,
Cintamu terpendam,
Cinta mu Khayal.
Cinta semu didalam kotak kecil
Sumber:http://www.lokerpuisi.web.id/2014/03/cinta-semu-didalam-kotak-kecil-oleh.html